Setiap Baris Hujan

menanti hujan
entah kapan reda
kulupakan setiap wajahmu
yang pernah tiba

pada setiap barus hujan
yang jatuh, mengetuk-ketuk
detak sepiku, senyummu pula
menulis baris itu jadi kalimat
- cuaca khianat -

pada setiap kalimat hujan
yang kubaca sebagai genangan
seperti mengantar kenangan
ketika rumah-rumah jadi perahu
orang-orang sebagai pelepah
mengarung, melarung...

barangkali baris-baris hujan
yang kini telah jadi kalimat
seperti sedang membaca
tubuhku yang hanyut
entah ke titik mana?

Puisi: Setiap Baris Hujan
Puisi: Setiap Baris Hujan
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi karya Chairil Anwar

Post A Comment:

0 comments: