Tentang Arloji dan Penantian

DENGAN berapa arloji kupajang di tangan
untuk menghitung berapa waktu bergulir
hanya untukmu kembali tiba
setelah hilang di balik tikungan itu

tanpa lambai ataupun salam
selepas langkah lalu hilang
kecuali masih tersisa di mataku
senyum dan hardikmu yang manja

"aku lagi marah padamu," katamu
tapi kulihat bibirmu mengembang
aneh. marah pun kau bisa melucu:
                   - dan kau tersenyum...

tapi arloji yang kupajang di tanganku
tak juga berdetak: kau tiada -
13/06/2011: Jam 14.11
Puisi: Tentang Arloji dan Penantian
Puisi: Tentang Arloji dan Penantian
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Fakta-fakta Menarik

Post A Comment:

0 comments: