Puisi: Kaki Langit (Karya Frans Nadjira)

Kaki Langit

Kaki langit menarik garis panjang
Memberi batas pada keluasan langit.
Di sebuah pulau tak berpantai
Senja menyanyikan lagu terakhir.

Di sana kita dapat beristirahat
Berdiri di ambang jendela 
ketika matahari terbenam.
Apa yang terjadi di saat bulan tak muncul?
Hanya remang yang menyembunyikan warna pohon.

Kita bermimpi tentang rahasia
Jalan-jalan sempit dan berlumpur
Sinar lampu dan pesona gaib di gerbang kota.
Dan tulisan di semen basah:
“Menghadapi kematian kau seorang diri”

Seperti lempeng tembaga menggigil di musim hujan
Kita paham arti membeku di jalan dingin.
Lemari tua dan album lusuh
Wajah kita di setiap benda yang kita sentuh. 
                                 
Kaki langit, musim dan hari-hari yang pergi
Suara alang-alang dan kembang yang mekar                         
di kabut subuh.
Di sana kita dapat beristirahat                           
Di bawah serpihan bintang-bintang malam hari.

Puisi: Kaki Langit
Puisi: Kaki Langit
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi Jerit Sandal Jepit
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar