Kalender

Aku dan kalender tua yang tergantung
di dinding ruang tamu
bertatapan lebih tiga windu

Satu persatu tanggal itu pergi
meninggalkan kesamaran hidup
antara kenyataan dan mimpi,
adalah keresahan yang dalam.

Aku dan kalender tua itu
bertamasya lewat lubang ingatan
lebih separuh usia
membentangkannya dalam secangkir kopi pagi.

Keureutou, 2010
Puisi: Kalender
Puisi: Kalender
Karya: Mahdi Idris

Baca Juga: Kumpulan Puisi tentang Keindahan Laut
Loading...

Post A Comment:

0 comments: