Puisi: Kepada Engkau yang Menemani Sajakku Karya: Mahdi Idris
Kepada Engkau yang Menemani Sajakku

Di penghujung malam mesti kau renungkan seberapa kelam  pikiranku jauh dari ambang pintu. Bau tubuhku serupa debu, disayat dingin yang senantiasa tahu aku jauh darimu. Betapa nostalgia perih menyayat ingatan tentang apa yang kau bisikkan pada angin agar  aku pulang meski gerimis mencincang tubuh dalam perjalanan.

Aku yang tak pandai merayu, mesti tahu agar kau tetap tersenyum menyelip sebuah sajak dingin dalam telapak tanganmu saat kita berpapasan di pintu pagar. lalu kau bawa sampai ke dapur, menaruh dalam cangkir kopi, kau letakkan di atas meja, seraya menemaniku mengumpul pintalan sajak yang berserak dalam kepala sejak perjalanan pulang.

Aku tahu kau telah bersabar menjadi tiang, begitu kuat mengikat diri menjaga pikiranku tak terganggu, menyusun kata demi kata yang sesekali tiada bermakna, menjelma humus tak berladang; tapi kemanakah kutempatkan selain ke sisimu.

Begitulah hari-hari  yang kita lalui antara rumah dan kota, antara malam dan perjalanan.  sampai segalanya menyisakan sebiji sawi harapan buat engkau dan anak-anak menjadi panorama indah dalam rumahtangga, sejak perkawinan dua belas tahun ditempa waktu.

Pondok Kates, 2016
Puisi: Kepada Engkau yang Menemani Sajakku
Puisi: Kepada Engkau yang Menemani Sajakku
Karya: Mahdi Idris

Baca Juga: Kumpulan Puisi Renungan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: