Keyakinan

perjalanan jauh yang menyayup
tiada putus ditatap
sedang gairah dan semangat
meresapkan segar di tiap langkah
seperti tiada terasa
betapa kehidupan yang memanjang

terik siang hari melecut tubuh
basah tubuh dan tapak tangan
tapi keringat menyerahkan mutiara
kebanggaan yang tiada terucapkan

sedang malam menyekap
menyampaikan pesan kepada kita
gelap yang melabuh
mengistirahatkan tenaga
bermimpilah bening
di ayunan kerlip bintang

kalau tersimpan sendu di hati
bukan ilham kerja di esok paginya
ucapkan selamat tinggal baginya
kepastian yang ada pada kita
selalu membakar dada dan
tangantangan keramat ini
jantung sepanjang kehidupan.
Surabaya, 1964
Puisi: Keyakinan
Puisi: Keyakinan
Karya: Dwiarti Mardjono

Baca Juga: Puisi Maret
Loading...

Post A Comment:

0 comments: