Kisah Para Pemulung Kota

Di fb aku memungut:
Kotaku lari pagi
Bersih bersolek rapi
Melukis alis dan bibir 
Warna hijau
Di wajahnya

Aku memungut kota 
Yang tak bisa menangis
Padahal air mata perlu
Untuk membersihkan hati
Dari pada marah 
Penyebab darah membuncah

Dan kalimat itu bikinan para rahib
Kalimat lain kutemui di bibirmu,kota
Lupakanlah
Hati yang sulit bersih
Karena beku
Tak memiliki air
Barangkali juga mata

Di fb aku memungut kota: kota adalah
Taman dan pohon-pohon menari
Sekalipun bunga-bunganya luruh
Akar-akar kering
Ia tak pernah menangis

Dan kupungut juga seratus mata 
Sebab kupikir 
Kini bukan hanya persoalan mata
Hanya milik kepala 
Adalah karena 
Tanggul tanggul sungai yang menyempit
Rumah rumah orang kalah
Lalulintas macet karena melawan arus
Genangan pikiran menyempit dan 
Warna hijau lumut di lumpurnya
Luapan emosi yang meledakkan sampah plastik
Bunga busuk menyengat
Sesudah ritual panjang

Di fb aku memungut , batu
Kulempar di telaga taman kota
Plung
Ikan-ikan besar tercengang gagap
Ikan-ikan kecil ambyar

Memikirkan wajahmu 
Aku merasa engkau selalu remaja 
Penuh fantasi
Suka bersolek

Aku memungut seonggok foto telanjang di fb
Naluri laki lakiku ternyata liar 
Memberi perintah mataku
Untuk memeluk
Ah kotalah yang mengajariku agar santun
Tapi juga liar
Seperti sungai berlimbah 
Tanggul tanggulnya mudah roboh 
Sehingga orang-orang berkata:
Cinta, alirkanlah kesetiaan bersamamu, sebab
Kota adalah reinkarnasi para penyihir.

11/2017
Puisi: Kisah Para Pemulung Kota
Puisi: Kisah Para Pemulung Kota
Karya: I Nyoman Wirata

Baca Juga: Puisi tentang Burung Gagak
Loading...

Post A Comment:

0 comments: