Museum Kematian

Sejak aku mewarisi sepasang gudang tabungan abadi
Serta merta istanaku menjadi masjid tanpa kubah
Sekan surge tapi sangat terasa sebagai museum mati
Permaisuri gelisah di salon kecantikan yang mewah

Dari mahameru beku kubayar sekeping matahari
Kami setubuhi gunung es yang berproses mencair
Kemudian kami mengalir menjadi sepasang kali
Di dasar sungai kami berpuisi seperti molekul air

Terus berjalan dari hulu sampai lahir di ambang hilir
Tapi lautan pun bukanlah samudera paling akhir
Hingga bercinta pun melingkarkan uap yang moksa
Kami terus berjalan tanpa henti sampai alam baka
Hanya orang-orang daluwarsa yang berhutang bahagia

2012
Puisi: Museum Kematian
Puisi: Museum Kematian
Karya: Munawar Syamsuddin

Baca Juga: Puisi tentang Bayangan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: