Paradox

kau memang bajingan dan bejat
kau sudah tahu itu lama sekali
jadi untuk apa kau bilang lagi
juga untuk apa segala alasanmu
yang berdalih menangguk harapan
ataupun karena angin menuang derita
padahal kutahu, kau sedang tumpahkan kenangan
tentang saat-saat kau timang dunia
dan cintamu yang tak terhingga pada kesohoran
hingga kau berubah dalam sekejab
menjadi manusia etik dan moral yang primer
duh..., betapa bangsatnya kau
dalam kedudukan sosialmu yang gemilang

lalu, kini kau bilang kekosongan dirimu
padahal sebenarnya hatimu sedang sangat riuh
memicu diri menjadi humanis akhir zaman
sedang alur rantai silammu tetap laten di sanubarimu
maka dari itu kau sering berwajah indeferen
tetapi juga budak hati nurani primer
dan jiwani alamiah dirimu
karena malam-malammu menggelepar
tapi..., aku tetap cinta kamu.

Yogyakarta, 17 Februari 1999
Puisi: Paradox
Puisi: Paradox
Karya: Sri Hartati

Sri Hartati lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 3 Desember 1954 dan wafat 7 Maret 2001. Alumnus Arsitektur Lenskap Universitas Trisakti Jakarta. Kegiatan di bidang sastra dimulai dengan mengarang
cerpen dan puisi pada tahun 1981. Karya-karyanya dimuat dalam sejumlah media cetak, antara lain Harian MerdekaPos Kota MingguBisnis Indonesia Minggu. Karya-karyanya telah dibukukan dalam Trotoar (1997)Monolog Tengah Malam (1997)Gerbong (1998)Orang-orang Sakit (1999), dan Equator (2011).

Sri Hartati pernah menjadi wartawan tabloid Fokus Makassar. Selain itu juga pernah mengasuh bulletin intern seni budaya Koridor yang diterbitkan oleh Yayasan Cempaka Kencana. Selain menggeluti sastra juga berkreativitas di dunia seni rupa. Ia banyak menghasilkan lukisan sebagai media ekspresi bagi puisi-puisinya, dengan kata lain puisi dan lukisannya merupakan refleksi timbal balik. Pada tanggal 25-31 Oktober 1997 pernah menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta dengan tema Puisi dalam Kanvas.

Baca Juga: Puisi tentang Buku
Loading...

Post A Comment:

0 comments: