Peron Stasiun

Di peron stasiun lahat
mereka duduk menunggu
kereta api limex
lubuk linggau kertapati
yang akan melaju membawa
mereka pada sebuah kota
di ujung utara
tempat peraduannya
seorang dara
lonceng stasiun
berdentang tiga kali
suatu pertanda tak lama lagi
fajar akan segera
menyingsing
mereka menghisap rokok
dalam kantong jaket levis
salah seorang temannya
untuk mengusir kantuk
yang masih sedikit tersisa
sejenak mereka bermain lamunan
mereka tersentak oleh gesekan besi
gemeretak dan meraung
kereta yang mereka tunggu
berhenti
mereka lalu melangkah
pluit berbunyi kereta bergerak
perlahan
selamat tinggal lahat
tempat mereka pertama kali menapak jalan cita-cita luhurnya.
Lahat, 1978
Puisi: Peron Stasiun
Puisi: Peron Stasiun
Karya: Syamsu Indra Usman

Baca Juga: Puisi Jatuh Cinta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: