Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Segala Pintu Sudah Kututup

Segala Pintu Sudah Kututup

jika segala pintu sudah kututup
ke mana-mana pun kau tak lagi
bisa masuki tamanku. ke arah mata peta
kau akan tersesat di pusat pusara

dulu aku punya satu pintu
bagimu melenggang ke tamanku
kini sudah tertutup: dipenuhi
jejaring labalaba
dan aku masih berumah di sana

sebaris kata di epitaph
hanya membacakan ingatan
bahwa kau pernah ziarah
8/2/2011: 11.20
Puisi: Segala Pintu Sudah Kututup
Puisi: Segala Pintu Sudah Kututup
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Persahabatan

Artikel Menarik Lainnya:

0 Comments:

Posting Komentar

close