Selamat Tinggal

Kami harus pergi
jauh
jauh sekali
dari semua kenang dan puja
juga bahana dari setiap derap
yang sekian lama nadai denyut kami

Di sana,
di suatu tempat yang sudah kami pastikan
sebelum kekuatan di jiwa kami punah
kami kan segera berpaling pada yang tersisa
dengan begitu tak seorang pun kan menemu
keping-keping daya kami yang mengelupas

Di sana,
kami kan kembali rakit makna lagi
untuk bisa mengisi sedikit waktu kami
atau kalaupun kami jadi serpihan
yang berserakan lalu diterpa bayu
kemudian bersatu dengan debu
lupakan saja kami.

Jakarta, 1996
Puisi: Selamat Tinggal
Puisi: Selamat Tinggal
Karya: Sri Hartati

Sri Hartati lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 3 Desember 1954 dan wafat 7 Maret 2001. Alumnus Arsitektur Lenskap Universitas Trisakti Jakarta. Kegiatan di bidang sastra dimulai dengan mengarang
cerpen dan puisi pada tahun 1981. Karya-karyanya dimuat dalam sejumlah media cetak, antara lain Harian MerdekaPos Kota MingguBisnis Indonesia Minggu. Karya-karyanya telah dibukukan dalam Trotoar (1997)Monolog Tengah Malam (1997)Gerbong (1998)Orang-orang Sakit (1999), dan Equator (2011).

Sri Hartati pernah menjadi wartawan tabloid Fokus Makassar. Selain itu juga pernah mengasuh bulletin intern seni budaya Koridor yang diterbitkan oleh Yayasan Cempaka Kencana.

Selain menggeluti sastra juga berkreativitas di dunia seni rupa. Ia banyak menghasilkan lukisan sebagai media ekspresi bagi puisi-puisinya, dengan kata lain puisi dan lukisannya merupakan refleksi timbal balik. Pada tanggal 25-31 Oktober 1997 pernah menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta dengan tema Puisi dalam Kanvas.

Baca Juga: Puisi karya Djajanto Supra
Loading...

Post A Comment:

0 comments: