--> Puisi: Burung Hantu (Karya Alizar Tanjung) | Sepenuhnya

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Burung Hantu (Karya Alizar Tanjung)

|
Burung Hantu

Burung hantu masuk dalam kamar kita, dia pening,
berputar-putar di jam dua belas malam. Kau duduk, memadamkan
lampu.

“Mungkin dia tersesat cahaya.” Kau bukakan jendela.
burung hantu tetap saja berputar-putar di kamar kita.

Aku ingat perkataan kawanku, di rumahnya burung hantu
juga pernah tersesat. Tapi burung hantu tersesat karena
baru saja ditinggal mati pasangannya. Katanya, “Burung hantu

burung setia”

aku turun ranjang. Aku tangkap burung hantu, aku letakkan
di luar jendela kamar kita. Kita kembali tidur.
besoknya kita temukan burung hantu mati di depan pintu rumah
kita

2011

Puisi: Burung Hantu
Puisi: Burung Hantu
Karya: Alizar Tanjung

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar