Puisi: Jalan Bunga (Karya Alizar Tanjung)

Jalan Bunga

Jalan bunga aku gali dengan ranting yang patah,
agaknya angin semalam menyibakkan badai,
tentunya telah bersua malam dan kesunyian, kekasih,
kesunyian dalam kamar, tempat kau berdendang menulis
sajak-sajak di diary, mematikan lampu, tidur dalam mimpi.

sedang aku tidur dengan mimpiku dalam tikar pandan,
hayalan-hayalan telah bertemu dengan bidadari bunga.

Tanah tersibak dalam rangkaian urat dan batu,
hitam memanjakan jemariku, mengingat begitu lapangnya
pertemuan di tanah, luas galian ranting, menancapkan
bunga yang menjadi cabang batang patah di tanah,

timbunannya sedalam kepal, jarak dua jengkal tangan
setiap gundukan. Kita menantikannya tumbuh merapat,
berbulan-bulan ke dalam tahun basah.

2011

Puisi Jalan Bunga
Puisi: Jalan Bunga
Karya: Alizar Tanjung
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar