Puisi: Ladang Jamur (Karya Esha Tegar Putra)

Ladang Jamur

dibuang, aku jauh…
ladang kata, ladang makna, ladanglah segala, adakah
tumpak tanah yang lebih hebat rebahnya daripada
ladang? adakah tampuk kayu lebih lekuk simpangnya
daripada ladang? tapi yang menghujam
dari pusaran angin limbubu juga ladang

“baiklah jamur, tumbuhlah, lagakmu ramai benalu
rumpun yang tak pasti jadi dalam tidur para perupa lama
dalam lempung yang dikirim bahasa kayu di tiap patahan
menyiksa”

yang bersongkok kepalanya itu, mak, menabuh daun
bawang, merebut tiap kelopak masam dan berharap di
antara parak siang menyisa peristiwa senja yang amat
dalam kenangannya. tapi aku beranjak dari tingkahan
bunyi sendok dan kuali kosong di tunggu setengah
padam. tetaplah jamur yang didapat, dikelubik dari
patahan kayu ladang. menggulainya seketika dingin
turun dari ujung atap rumah-resap ke kering badan

tak mau lagi dibuang, aku jauh…
sebab kumbang sering kali menikam pandang, di tiap
susutnya perjumpaan ladang, itulah bahasa yang paling
menyiksa. tapi adakah tumpak tanah yang lebih hebat
rebahnya daripada ladang? adakah tampuk kayu lebih
lekuk simpangnya daripada ladang?

Kandangpadati, 2008

Puisi: Ladang Jamur
Puisi: Ladang Jamur
Karya: Esha Tegar Putra

Baca Juga: Puisi Perjalanan Kubur
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar