Puisi: Sajak Penghabisan (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Sajak Penghabisan

tak ada lagi yang sisa
panggung telah dikemas
sandiwara telah kutuntaskan
dengan sekecup cium sujud

kursi-kursi tua di aula tua
menatap bisu padaku
adakah lakon lain
yang mesti dimainkan?

untuk hidup yang indah
mari tuang sedikit arak
pelepas letih yang nikmat
setelah semalaman suntuk
menjulurkan tangan pada gerimis
pada bulan pucat tanpa kata
pada parau burung hantu

sekecup cium lagi, manis
tuntaskan letihku
menggapaimu

1997
Puisi: Sajak Penghabisan
Puisi: Sajak Penghabisan
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Wanita
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar