Puisi: Di Depan Sebuah Kuburan (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Depan Sebuah Kuburan

orang-orang selalu salah terka
kalau dalam lahan bisa menafsir sepi
mereka tak pernah tahu
dalam seribu bisu kau bisa menghikmati hiruk pikuk
padahal suara-suara itu begitu lantang justru
saat membentur dinding lahat
melebihi para mahasiswa berebut
jadi pahlawan demonstrasi di jalan-jalan
bagaimana orang-orang menerka
dalam liang itu bisa menemu sepi
padahal suara-suara akan bergemuruh
menuding-nuding mulut dan kelaminmu

orang-orang selalu salah terka
kalau tubuh sudah dibujur ke utara
ia akan bisa menerka mana barat mana timur,
itu selatan atau tenggara
padahal segala arah telah kehilangan
batas liang itu telah jadi tempurung
gelap dan kau katak yang berbaring
di dalamnya, menggeram dengan pilu

orang-orang selalu salah terka
kalau dalam lahat udara panas berkeringat
padahal angin bersiutan seperti badai
menerka arah mana kafanmu berkibar
dan kau kehilangan kafan
yang telah di sobek jadi serpihan oleh belatung

ah, selalu saja orang-orang merasa pintar
saat melayat mayatnya sendiri!

Puisi Di Depan Sebuah Kuburan
Puisi: Di Depan Sebuah Kuburan
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Pendek
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar