Puisi: Kondom Part II

Kondom Part II

Seorang gadis
dan seorang perjaka
berada di dalam kamar
ada meja belajar
ada buku-buku
bollpen
walkman
komik
majalah
dan lampu listrik 220 volt
menyala dengan terang benderang

Hari sudah mulai malam
perjaka bertanya
“Lu pernah lihat kondom nggak?”
si gadis menjawab
“Tuh di laci meja banyak”
dia lalu membuka laci meja
dan mengeluarkan 4 dos kondom berbagai merk
“Lu bisa pakek?”
tanya perjaka itu sambil melihat-lihat isi dos
“Belum. Gua kan masih perawan”
“Gua juga masih perjaka
ting-ting lagi. Lu tau gunanya kondom?”
“Tahu dong

Satu: Kalau orang ingin berhubungan kelamin, namun tidak ingin si wanita bunting, salah satu caranya adalah memakai kondom. Dus kondom adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan.

Dua: Kondom juga digunakan agar dalam berhubungan kelamin dengan pasangan yang meragukan, kita terhindar dari penyakit menular seperti sipilis, GO, dan AIDS. Jadi kondom adalah alat pencegah penyakit kelamin, jelas?”

“Buset, kayak ensiklopedi”
“Memang gua baca ensiklopedi nih! Bagaimana kalau
sekarang kita mencoba praktek menggunakan kondom ini,
agar aku tidak perawan lagi dan kau juga kehilangan
keperjakaan kau, setuju?”
“Tidak setuju. Lebih baik kita menunggu kedua orangtuamu
agar mendapatkan petunjuk-petunjuk cara mempergunakan
kondom dengan baik dan benar”.

Gadis dan perjaka itu lalu
mematikan lampu, keluar kamar
ngobrol-ngobrol di ruang tamu
sambil mendengarkan MC Hammer ngerap.

1992


Catatan:
Sajak KONDOM PART I saya tulis tahun 1985 dan dimuat di Buku Catatan Harian Sang Koruptor hal. 48 (Penyair).
Puisi Kondom Part II
Puisi: Kondom Part II
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Contoh Tulisan Artikel SEO

0 Response to "Puisi: Kondom Part II"

Posting Komentar