Puisi: Masuk Kota 1949 Karya: Zeffry J. Alkatiri
Masuk Kota 1949
Seperti Dikisahkan oleh Seorang Saksi Mata

Sudah kami persiapkan
Sejak kemarin
Kembang, bendera, dan selendang
Untuk pemuda pejuang
Dari Kerawang dan Tanggerang

Dalam konvoi mungkin masih ada
Jono, Idrus, Suratman, dan Bachtiar.
Saudara, teman, dan tetangga kita
Yang kini menjadi gondrong, dekil,
dan lusuh
Padahal dahulu mereka necis dan parlente
Semua sudah tergadai,
saat nica mengetuk pintu.

Sudah kami persiapkan
Sejak kemarin
Nyanyian dan lencana
Yang tak sempat tersematkan
Dan tak sempat didengarkan
Percuma,
Sebab mereka keburu menghilang memburu
Hiburan, perempuan, harta rampasan,
dan perumahan.
Di kawasan Menteng, Matraman,
dan Tanah Abang.

Kami hanya bersorak sesaat di Kramat.
Mencari wajah yang tak lagi dapat dikenali.
Seperti gedebong hanyut,
Rombongan terdiam pulang.
Sambil menenteng kembang layu
Untuk dibuang!

1999
Puisi Masuk Kota 1949
Puisi: Masuk Kota 1949
Karya: Zeffry J. Alkatiri

Baca Juga: Artikel Populer

Post A Comment:

0 comments: