Puisi: Menjaga Malam Braga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Menjaga Malam Braga

di braga
malam belum hablur
dan lampu-lampu belum tidur
masih berjaga bersama ingar
musik pub dan kafe
trotoar nglindur
mabuk wangi

di bawah atap kedai
kau duduk sendiri
menunggu pagi
mengakhiri mimpi
penghuni kota bunga

dan gedung-gedung sisa kolonial
anggun merangkum malam

apa makna puisi
bagi pejalan kaki

sihir lampu iklan
masih mengikuti bayang diri
hingga ke sudut-sudut gang kotamu

“di braga, lukamu tak akan sempurna,”
bisikmu

aku rindu braga
entah mengapa

kau menjaga
luka yang lena

Juli, 2005

Puisi: Menjaga Malam Braga
Puisi: Menjaga Malam Braga
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi Chairil Anwar tentang Ibu
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar