Palestina I

Palestina adalah debu, keringat dan darah
yang mengental di kain kumal
sejak empat ribu tahun lalu
waktu itu pak guru agama
sering membacakan Kitab Suci Perjanjian Lama
Palestina adalah tenda-tenda, anakku
domba, keledai dan kilatan pedang
di terik matahari gurun

Di sana, nabi-nabi telah diturunkan Tuhan
dan mata anak-anak yang masih bersih dosa itu
sudah terbiasa nonton kepala
orangtua mereka terpenggal dari badan

Palestina adalah sejarah sepetak tanah
yang berkepanjangan disengketakan
tenda yang senantiasa dipasang dan
dibongkar dan dipasang lagi di tempat
yang berbeda
Sekarang, pak guru agama itu memang
masih juga membacakan kitab-kitab suci
tapi anak-anak lebih suka nonton tivi

Palestina adalah warta berita tivi
head line koran
dan kafieh itupun bolong-bolong
dimakan senapan mesin
anak-anak, kata pak guru agama itu
Palestina memang sejarah ribuan tahun
Palestina memang roti yang keras
buah zaitun dan air Sungai Yordan
tapi yang paling utama
Palestina juga perut yang bisa lapar
mata yang dapat berkaca-kaca
dan ayah yang sering tak dapat
kembali menjumpai anak-anak mereka
anak-anak,
itulah Palestina.


Palestina II

Di sekitar Sungai Yordan tak ada gajah
tapi leher orang Palestina
seperti dibelit belalai
dan diinjak-injak kaki gajah

Sejarah di timur tengah memang seberat gajah
dan anak-anak Palestina gepeng dihimpitnya

Di sekitar Yerusalem memang tak ada salju
tapi ibu-ibu yang menyusui bayinya
itu menggigil kedinginan
dalam tenda yang bolong-bolong
diterjang peluru

Di sekitar jalur Gaza
memang hanya angin hanya debu
dan selalu semerbak bau mesiu

Di sekitar jalur Gaza
di sekitar Sungai Yordan
di sekitar Jerussalem
memang hanya daun zaitun
hanya teriakan parau
hanya tangis yang tak bersuara lagi
hanya mata yang kering kehabisan darah.

1990
Puisi Palestina
Puisi: Palestina
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Blog Bisnis Indonesia
Loading...

Post A Comment:

0 comments: