Puisi: Sajak Kartu Tiga

Sajak Kartu Tiga

sepotong ranting menyentuh kening kita
anak-anak berlari, tawanya melukai warna rumput
aku berlindung di harum rambutmu
yang asing
 dingin
 agak liar
sesekali kautawarkan ladang-ladang tandus
tak pernah kautahu
bunga-bunga memahat namaku di kelopaknya
katanya:
“hanya perempuan memahami bahasa pohon”

anak-anak itu
sering menyentuh kelopak bungaku
menaburkan bangkai namamu di bumi

suatu hari
dijatuhkan putik
akar pohonku retak
katanya:
“tak kauperlukan anak-anak, juga lelaki. telah kusiapkan batu-batu
yang tertidur dekat batang. bisa kaumainkan daun-daun. bangun mimpi
orang-orang di luar menunggumu. siapkan ladang matahari. ini ladangmu.
matahari tak pernah salah arah. kembalikan daging bumiku”


1995
Sajak ini pernah dimuat di Jurnal Kebudayaan "Kalam" Edisi 8-1996
Puisi: Sajak Kartu Tiga
Puisi: Sajak Kartu Tiga
Karya: Oka Rusmini

Baca Juga: Kumpulan Puisi tentang Burung
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar