Puisi: Selamat Tinggal Suster Anton

Selamat Tinggal Suster Anton

tapi itu tak kuucapkan; aku hanya diam
dan tanganku pun tak sempat kulambaikan
ketika dia turun dari delman
dan matahari masih di antara pohon-pohonan
aku hanya bisa tersenyum perlahan
begitu kaku
o jarak
sangat jauh kami kau pisah-pisahkan
dia berbaju putih berkerudung putih
erat-erat memegang tasnya
mengapa
mengapa tak ada yang bisa kukatakan padanya
mengapa aku hanya diam saja
mulutku terbungkam – sekat terkutuk
hanya hatiku bisa berbunyi
selamat tinggal suster anton
lirih sekali.

Jakarta, 5/11/1974
Puisi Selamat Tinggal Suster Anton
Puisi: Selamat Tinggal Suster Anton
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Blog yang Menarik

0 Response to "Puisi: Selamat Tinggal Suster Anton"

Posting Komentar

close