Puisi: Teringat Rumah (Karya Tjahjono Widarmanto)

Teringat Rumah

Sepasang terompah telah lusuh
usang dan capek bicara dengan jalanan lengang
dipaksa mabuk sepanjang malam
kenanglah kembali
sebuah alamat di kertas surat lusuh
dengan sungai mengalir pelan
seperti air mata
basuhlah kelelahanmu
sekaligus sendumu yang tak pernah luntur berwarna tua
rebahlah, seperti roh
menanggalkan mantelnya
melambai-lambaikan tangan pada angin ribut
sudah saatnya bayang-bayangmu
berbaring di situ di ruang tengah yang hangat
ditemani secangkir kopi
sudahlah gelisahmu
angin malam tak baik untuk mata yang renta
sejarah sudah cukup ditulis
dan namamu sudah terpahat di sebuah prasasti!

Ngawi, Akhir 2001
Sajak ini pernah diterbitkan di Harison, Februari 2003

Puisi Teringat Rumah
Puisi: Teringat Rumah
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Cinta Ayah
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar