Puisi: Engkau Bersama Malam

Engkau Bersama Malam

(1)

Mungkin engkau ingin menjamah malam dengan jemarimu, agar malam tak segera tidur, menemanimu terjaga. Mungkin ingin kau rangkai malam dengan jemarimu, agar malam menjelma bahagia, menukar galaumu. Mungkin engkau ingin melukis malam, dengan jemarimu yang cahaya, hingga kelamnya sirna. 

Di bening hening, di malam yang diam, engkau mengaca, mungkin ada di situ dirimu yang kau cari sejak pagi.

Melintasi malam, melintasi kenangan kenangan, mengembun di mimpimu malam ini.


(2)

Ada yang iseng sendiri. menghitungi jemari. waktu mengetuk-ngetuk daun jendela. Gemuruh bertukar tangkap dengan sepi. sepi bertukar lepas dengan mimpi

Malam dan puisi bersekutu: menghujanlah kata-kata

Di lintasan waktu siapa menunggu? engkau mengetuk-ngetuk kepalamu sendiri. “ada siapa di situ?”

Di dalam setubuh, ada ruh mengaduh: namamu!

Malam meluruh. ingatan meluruh. bulan separuh tetap tenang. demikian sepi ternikmati


(3)

Pada kelopak malam, kutulis butir-butir ingatan, sebagai sajak, menera jejak usia. Puisi adalah jalan sunyi, milik penyair, tak terbagi.

Pada helai-helai sajak, kusematkan sunyiku, mungkin terbaca sebagai nyeri.

Jika degupku riuh ramai, hendakkah engkau menyesapnya ke dalam sunyi. cintamu yang sunyi. bening damai yang sunyi.

Di dalam kepala riuh ramai ada malam menjuntai, membayang langkah yang gontai, reranting nasib menderai-derai.

Puisi Engkau Bersama Malam
Puisi: Engkau Bersama Malam
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Belajar dari Masa Lalu

0 Response to "Puisi: Engkau Bersama Malam"

Posting Komentar

close