Puisi: Memory Pada Sebuah Jalan

Memory Pada Sebuah Jalan

"tapi, ia adalah pokok pohon yang merapuh"

seperti sebuah lagu yang kau putar dengan penuh kesedihan, waktu telah berangkat, dan tak menunggu

"kau tahu, ada yang membaca sesuatu, dengan harap dan tatap, sebuah haru"

ya, di mana dapat kutemukan lagi senyum itu? sebagai matahari cemerlang, atau rembulan purnama berkilauan

"sebuah tepi, di mana kau bermimpi, dan tak ada jalan kembali..."

Puisi Memory Pada Sebuah Jalan
Puisi: Memory Pada Sebuah Jalan
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Anak Judul Lingkungan

0 Response to "Puisi: Memory Pada Sebuah Jalan"

Posting Komentar

close