18 Oktober 2011

peran demi peran kita mainkan, di panggung gaduh ramai, atau di sunyi sepi sendirian. bukankah tangis dan tawa adalah airmata?

bukankah kita telah saling mencari, kau temukan gaduh sunyiku, kutemukan gaduh sunyimu, demikianlah cinta mempertemukan

kita saling menatap, serupa cermin yang saling menghadap, ada aku di matamu, ada kamu di mataku, mata kita saling bercakap

siapa engkau? aku bertanya pada dirimu, seperti aku bertanya pada diriku sendiri. kita keping yang sama, keping nasib telah ditera

apa yang lebih berharga, kata atau makna? kita memberi arti pada hidup, agar tak terasa sia-sia

Malang, 18 Oktober 2011
Puisi 18 Oktober 2011
Puisi: 18 Oktober 2011
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Saat Sebelum Berangkat

Post A Comment:

0 comments: