Puisi: Angan Membakar, Jiwamu Sepi Karya: Nanang Suryadi
Angan Membakar, Jiwamu Sepi

ah, jiwa yang hampa, melayang di langit mimpi, angan membakar, jiwamu sepi

sesayap patah, sesayap mengepak lelah, di mana tuju kiranya!

apakah ini senja penghabisan? petualang tak ingin segera pulang. sebelum sampai pada airmata!

para petualang menapak di awan di awang-awang menari-nari di gelombang garang. sambil berteriak: mana mautku! mana cintaku!

mereka telah belajar memanah matahari. yang teriknya demikian pongah. mereka telah berburu ajalnya sendiri.

ujar mereka: dapatkah kau bedakan laut atau langit? karena di birunya aku tangkap paus yang terbang. karena di birunya burung berenang

ah, engkau yang tak tahu arah, berburu ke lembah-lembah, membawa lembing panah kata, bertualang dari mimpi ke mimpi, dari ilusi ke alusi

kau tahu, hanya sepi dan sepi yang dapat dijangkau! seperti dalam racau yang tak habis, dalam galau yang tak selesai. sepi. cuma. sepi

sepi yang kemarau. sepi yang penghujan. sepi yang bermusim-musim. sepi yang menjalar gatal di seluruh tubuh. selalu ingin digaruk.

sepi yang mengamuk: mengutuk kutuk!

ah, jiwa yang hampa, melayang di langit mimpi, angan membakar, jiwamu sepi

Malang, 23 Mei 2011
Puisi Angan Membakar, Jiwamu Sepi
Puisi: Angan Membakar, Jiwamu Sepi
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Hujan Januari

Post A Comment:

0 comments: