Dentang Kenang

kenang berdentang-dentang di dalam kepala. ada yang bertanggalan dari kalender? mungkin angka-angka usia, mungkin harap yang tak pernah laksana. cintaku, cintaku, telah kualamatkan pada keabadian. puisi, adalah gumam yang asing, hanya untuk diriku sendiri, sebagai sunyi yang tak perlu kau pahami mengapa. adalah jejak yang semakin jauh dan samar, dari asal mula, kemana akan kembali? peta-peta kehilangan garisnya. kau dengar gaung meraung? mungkin kau dengar suara-suara, yang tak pernah ingin kau dengar. tapi suara-suara mengepung! jangan biarkan api cemburu membesar, dan akan membakarmu, tapi jagalah sebagai api cintamu yang terus terjaga. kaulah puing dengan aroma duka, sajak-sajak yang tak selesai dituliskan, puisi yang kehilangan sunyi, huruf-huruf yang berhamburan.

2015
Puisi Dentang Kenang
Puisi: Dentang Kenang
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Bertema Rembulan

Post A Comment:

0 comments: