Di Setiap Senja Aku Ingin Menulis Puisi

aku ingin menyapamu, di setiap senja. sebelum senja melepas cahaya ke balik kelam. sebelum aku menjadi silam.

jika aku berubah gema, itu tetaplah suaramu. suara yang menggaung. dari kedalaman jiwa. jiwa yang perih. cinta dan rindu yang pedih.

puisi, serupa bayang-bayang yang menjulur. di redup cahaya, aku menggambar bayang mimpiku sendiri.

apa yang harus dieja dari bayang-bayang? pernah kugambar kelelawar di tembok. bayang di bawah cahaya lampu teplok.

kelelawar yang muncul dari goa-goa gelap. memasuki angan kanakku. kanak yang merupa bayang di tembok. redup cahaya lampu teplok.

puisi mengepak sayap bayang-bayang. dari goa yang gelap dan pengap. menjerit dalam kepalaku.

aku ingin menyapamu, dengan seribu bayang-bayang, yang kugambar dengan sedikit cahaya. senja ini.

seekor kelelawar, membayang dalam puisi, menjerit dalam kepalaku. menembus kelam. menembus malam.

Malang, 8 Maret 2011
Puisi Di Setiap Senja Aku Ingin Menulis Puisi
Puisi: Di Setiap Senja Aku Ingin Menulis Puisi
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi di Bulan Juli

Post A Comment:

0 comments: