Puisi: Kepada Penyair, Pejalan Malam Karya: Nanang Suryadi
Kepada Penyair, Pejalan Malam

engkau yang menembus hujan, engkau yang menembus malam, engkau yang menembus ketidakpastian, dengan keberanian 

ada yang gaduh, di dalam kepala bertabuh. ada yang mengaduh, menyimpan keluh kemana cinta kan berlabuh 

mungkin puisi bisa menghiburmu, dari rasa sia sia dan putus asa, juga niat bunuh diri 

o, engkau yang meresah galau, menelusur hari hari hari gaduh yang membuatmu mengaduh, berapa cinta kau pinta? 

mata siapa yang mengintip ke dalam palung jiwamu, yang penuh gelegak api, neraka yang menghanguskan 

beri aku kata penuh metafora, sebagai puisi yang menyemburkan api dari kedalaman jiwamu, manusia sepi 

sebaris luka, di bait yang sama, hanya doa penuh cinta yang sanggup menyembuhkannya 

aku mencinta dengan keras kepala, karena puisi mengajarkan ketabahan, dari derita dan luka 

siapa yang meramalkan jari jemari, memeta garis tangan, penyair yang sepi, menyalakan api di dinihari begini 

bulan meretak, cahayanya telah dipungut bayang bayang, sunyi kian mengelam, di mata membayang

Malang, 2011
Puisi Kepada Penyair, Pejalan Malam
Puisi: Kepada Penyair, Pejalan Malam
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi tentang Bulan November

Post A Comment:

0 comments: