Mencatat Kesunyian

jauh ke dalam lubuk hatimu, aku telusuri kehampaan. sepertinya yang ada hanya ruang-ruang kosong: kenihilan akut (sebagai kebingungan mencari arti diri) 

"ke mana kita akan menuju?"

engkau tertawa aku tertawa. mentertawakan dunia penuh air liur dan busa omong kosong.
aku terdiam engkau terdiam. terpekur dalam kesunyian cakrawala. merenung diri kemana akan pergi

dan kesunyian, kau mengertikah artinya?
"tak tahulah..."

Malang, 21 Agustus 1996
Puisi Mencatat Kesunyian
Puisi: Mencatat Kesunyian
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: