PENYAIR dan PUISI

“kita pura-pura menjadi penyair, karena tak tersisa kamar di rumah sakit jiwa” tulisnya suatu ketika

puisi menyimpan sepinya. hingga derum memanggilnya kembali. ke jalan yang lapar

“pagut aku, sepiku. hingga ngelangut hati, melarutlah segala karut marut”, ujarnya meradang

puisi tetap bangkit, dari kematian demi kematian ingatan, dan kehendak menghapuskan segala kenangan

Puisi PENYAIR dan PUISI
Puisi: PENYAIR dan PUISI
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Sajak Pendek Rembulan

Post A Comment:

0 comments: