Perempuan-Perempuan Hantu

siapa bisa menafsirnya?
legenda-legenda itu kekal mencatatnya
menjadi semacam sajak atau mantra

rimba gaib yang lahirkan perempuan-perempuan hantu
yang sembunyi di kulit pohon dan akar belukar
pentilnya terbuka. lonjong. bergoyang-goyang
menari hingga keringat leleh jadi sungai
menyeret perahu-perahu - bukan milik nuh -
di dalamnya ada ranjang pengantin kembang tujuh aroma

: ayo bercumbu, perempuan-perempuan hantu
sodorkan pentil lonjongmu. bukankah kita pecumbu abadi!

Puisi Perempuan-Perempuan Hantu
Puisi: Perempuan-Perempuan Hantu
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi tentang Agustus

Post A Comment:

0 comments: