Qasidah Larut Malam

(1)
wirid ini tak juga selesai-selesai
sedang malam kian berlari menuju batas
gigil menorehkan sunyi melata di segenap urat nafas
angin menjaga setiap derit pintu
yang akan terbuka

berilah aku cahaya itu cukup seberkas saja
walau hanya seekor kunang-kunang
meskipun tak sebenderang bintang
atau mercu suar yang selalu menjaga gigir pantai

(2)
dan air mata itu rontok juga
membasahi jalan-jalan nadi dan ruas tubuhku
embunkah itu namanya, atau cinta yang penuh pesona
obat segala sakit luka luka jiwa dirajam kangenMu
yang membawa do’a sampai ujung subuh
dan membuatku terus terjaga
menangis dan bersenandung
seperti kaki langit yang rindu
kesengsem pada fajar

(3)
mimpi adalah masa lalu
tempat menuju bilik
yang asyik membincang sorga

“siapa yang sampai lebih dulu, kabari aku..”

sebab aku tak percaya lagi
pada kedua mata yang selalu melotot namun buta

Puisi Qasidah Larut Malam
Puisi: Qasidah Larut Malam
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Burung Merpati

Post A Comment:

0 comments: