Puisi: Sajak yang Lahir dari Cahaya Mata Ibu Karya: Tjahjono Widarmanto
Sajak yang Lahir dari Cahaya Mata Ibu

Cahaya itu menyala dalam sajakku
menjelma lentera bagi para mualim yang jauh dari pesisir
menjadi isyarat mengetuk hati dengan senyum di bibir

cahaya itu pun menyala dalam relung paling rahasia di dada
dalam cahaya matamu selalu kujumpai rumah
yang selalu tulus melambai mengajakku istirah
melepas penat dengan belai paling syahdu melebihi doa apapun jua

jiwaku selalu menggigil menatap cahaya mata itu
selalu merasa dungu tak pernah bisa menangkap rahasia
pesona sabar dan hening
setiap kupandang matamu itu, selalu cahaya
akan mengelus luka-luka membasuh setiap penat.

Ibu, langit selalu bertabur warna
kerlip bintang dan malam selalu takluk pada cahaya bulan
siang yang geram akan merunduk pada cahaya mentari
namun segenap bintang, bulan, dan mentari akan tunduk pada cahaya matamu

dan, dalam sajakku ini kuabadikan cahaya matamu!

Puisi Sajak yang Lahir dari Cahaya Mata Ibu
Puisi: Sajak yang Lahir dari Cahaya Mata Ibu
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Puisi Ayah Singkat

Post A Comment:

0 comments: