Terjemah Mata

sebagai pijar di kegelapan
pada percik cahaya tatapmu kutelurusi riwayat manusia
di mana bahagia mengucap: "selamat datang musafir pengelana"

sebagai oase di gurun-gurun tandus
pada teduh tatapmu kutelusuri riwayat manusia
di mana cinta mengucap: "mengapa kau tetap ragu?"

sebagai palung curam rahasiamu
pada kedalaman tatapmu kutelusuri riwayat manusia
di mana kata mengucap: "demi aku, cari sendiri jawabnya!"

Puisi Terjemah Mata
Puisi: Terjemah Mata
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Syair tentang Keraguan

Post A Comment:

0 comments: