Ziarah

bertahun-tahun kami selalu ziarah di sini
mengingat-ingat kematian kami sendiri
yang tak sanggup kami lafalkan
sebab lidah telah kelu serta mata berembun

untuk apakah setiap kepergian ditanyakan
apalagi harus disertai air mata?

kami hanya ingin memasuki lorong asing
dengan riang sambil mengulum senyum
namun, kami dapati tubuh telah fana
langit menyimpan rahasia hujan
seperti tanah dan taburan bunga sembunyikan rahasia usia

segalanya akan kembali pada muasal
kembali pada warna sunyi

:rahim debu!

Puisi Ziarah
Puisi: Ziarah
Karya: Tjahjono Widarmanto

Baca Juga: Contoh Puisi Anak beserta Pengarangnya

Post A Comment:

0 comments: