Caritas Romana*

air susu yang putih. payudara yang penuh. rasa lapar yang menggelepar. geletar ingin. tapi darahku adalah satu. maka isap dengan sungguh, aku akan memenuhi dahaga. agar lapar pergi menjauh. bukankah telah juga kaususui aku di masa kecil, ayah?

air susu yang murni. air mata yang bening. duka hening. jangan lagi menangis, ayah! lembab jeruji mendingin. aroma lapar dari tubuh gemetar. maka aku bawakan susu ini untuk tubuhmu. agar tak ada kisah berkabung. biarkan aku kerap berdengung  agar tetap menjadi gadis kecilmu, ayah.

2019


*Kisah teladan seorang wanita, Pero yang diam-diam menyusui ayahnya, Cimon, setelah dia dipenjara dan dijatuhi hukuman mati karena kelaparan.
Puisi Caritas Romana
Puisi: Caritas Romana
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Populer tentang Guru

Post A Comment:

0 comments: