Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Kota yang Bunuh Diri (Karya F. Aziz Manna)

|
Kota yang Bunuh Diri


mal-mal dibangun di bawah reruntuhan kampung, real estate dan
apartemen menancap dalam pecahan batu nisan, kota kami tumbuh
melebihi kemampuan kami, membuat tembok-temboknya sendiri,
seperti kekasih yang menyimpan foto orang lain, kami di pinggiran
bukan karena tak diinginkan tapi kota tak lagi punya titik tengah:
ruang yang seharusnya dihuni-penuhi sejarah pikiran, hanya
berkubang otot dan kemaluan, bulan lebih cantik dari neon dan
mercury, listrik memalsukan tubuhmu, membuat elektronika lebih
dipercaya dari perbenturan kepala, kota kami tumbuh di luar impian
kami seperti peta yang menghapus dirinya sendiri

Puisi Kota yang Bunuh Diri
Puisi: Kota yang Bunuh Diri
Karya: F. Aziz Manna

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar