Puisi: Perempuan yang Berlalu (Karya Alex R. Nainggolan)

Perempuan yang Berlalu

Engkau tinggal angin, yang berbau amis di pangkal leherku
seperti kenangan terpilin, lalu mendingin
tapi tak sempat lagi kubetulkan segala cakap, sebentuk harap
pun sebait sajak chairil yang lirih
merapat ke laut

maka kumaki sekalian, amis dirimu! kulipat dalam malam yang
tak punya bintang
kumasuki dalam serapah yang sampah. sebab engkau mungkin bangsat
yang berkarat di dalam tulangku. bajingan yang membuatku
muntah darah menunggumu

tinggal angin, sehabis desir
ia melesir
terkilir
sebatas angin

Desember, 2004
Puisi Perempuan yang Berlalu
Puisi: Perempuan yang Berlalu
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Indonesia tentang Guru

0 Response to "Puisi: Perempuan yang Berlalu (Karya Alex R. Nainggolan)"

Posting Komentar

close