--> Puisi: Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku (Karya Hamid Jabbar) | Sepenuhnya

Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku (Karya Hamid Jabbar)

|
Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku

Sehabis mimpi yang tak jelas bagaimananya itu, tiba-tiba
entah kenapa, aku telah berada saja di gurun berdebu ini
sendiri

dan debu membujukku untuk tetap betah di gurun ini
sementara angin jadi badai, cahaya jadi api, sunyi jadi
hai?!

73.000 kemungkinan jatuh dari langit, melayang dan
menukik, entah kenapa, begitu tiba-tiba, menukik menikamku
bagai paku-paku alit menukik ke dalam gurunku dan membesar
makin membesar seperti pilar-pilar menghunjam begitu kokoh
dalam bumiku, sementara aku telah tertegun begitu saja dan
badai dan api mengurungku dengan deru dan panasnya dalam
73.000 kemungkinan yang jadi rimba dalam diriku: kembara!

baik.
aku akan mengembara menuju cahaya menguak angin.
baik.
beri aku satu saja dari 73.000 kemungkinan ini.
baik.
aku akan mengembara menghadang badai menerjuni api.
baik.
bari aku Satu saja yang Tetap dalam diriku:
Iman
buat betah seabad buat Kiblat segala Niat:
Islam
beri aku Satu saja yang Tetap dalam diriku
Allah

1975

Sumber: Wajah Kita (1981)

Puisi: Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku
Puisi: Beri Aku Satu yang Tetap dalam Diriku
Karya: Hamid Jabbar

Biodata Hamid Jabbar
  • Hamid Jabbar (nama lengkap Abdul Hamid bin Zainal Abidin bin Abdul Jabbar) lahir 27 Juli 1949, di Koto Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat.
  • Hamid Jabbar meninggal dunia pada tanggal 29 Mei 2004.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar