DI PAGI HARI

doa-doa menembus udara subuh. burung-burung bernyanyi riang menyambut fajar yang segera kan tumbuh. kokok ayam jantan bersahutan.

di gang-gang kota ini aku rasakan denyut kehidupan. selamat pagi, kata embun kepada sisa hujan semalam. selamat pagi, kata mangga kepada lampu-lampu jalanan yang belum dimatikan. selamat pagi, kata bunga-bunga kepada para pelari pagi

masih terlalu pagi untuk bergunjing, kata papan pengumuman, buanglah sampah pada tempatnya. mengapa kita tidak saling mendoakan saja, kebaikan untuk kita semua, kata angin kepada awan.

secangkir kopi, secangkir sereal di pagi hari, kebahagiaan yang sederhana. "kebahagiaan untuk kalian semua," seucap salam menyapa.

doa-doa menggetarkan langit subuh. doa-doa yang disampaikan kicau burung, kokok ayam jantan, desau angin. "semoga sirna segala kedengkian, segala kebencian," kata seseorang

"manusia berebut kuasa, kau kira kuasa siapa yang punya?" kata selembar kertas yang basah di bangku taman

ada yang bertanya," mengapa kita tak mengucapkan salam, saling bertegur sapa, dalam semesta yang berbahagia?"

berbagai tanya, mungkin kita tahu jawaban, sebenarnya

2015
Puisi DI PAGI HARI
Puisi: DI PAGI HARI
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Rembulan dalam Sunyi

Post A Comment:

0 comments: