Edelweis

Airmatamu yang menetes di atas batu
pegunungan, perlahan berubah menjadi serumpun
bunga: "Edelweis!" sent pars pendaki itu
berabad-abad kemudian

Sendiri di relung awan
kau tak mampu mengelak dari kenangan
yang datang menemuimu bersama angin
dan cinta

"Tolong sampaikan
padanya, aku setia menunggu"
pesanmu berulang kali pada hujan yang bergegas
menjemput pucuk pinus di negeri jauh

1992-1999
Puisi Edelweis
Puisi: Edelweis
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Pendek untuk Status FB

Post A Comment:

0 comments: