Puisi: Epitaf Daun (Karya Cecep Syamsul Hari)

Epitaf Daun

"Cinta, selalu memaafkan"
berkata sang embun kepada daun yang bertanya
dalam keheningan pagi

"Tetapi tak lama lagi kau pergi"

"O, Nafasku,
bukan berarti
aku tak tahu jalan kembali"

Maka ketika fajar kizib membuka gerbang pagi
sang embun pun pergi

"Cinta, senantiasa memaafkan"
berkata sang embun kepada dirinya,
siang itu cahaya matahari begitu membakar

"Kekasih, aku merasa begitu cepat menua"

Menjelang fajar
sang embun kembali,
setia pada janji

"O, Nafasku,
aku tak ingin membuatmu
lama menunggu"

(Namun tiada jawaban)

"Cinta, selalu memaafkan"
berkata sang embun
kepada dirinya

Lalu saat fajar kizib membuka gerbang pagi
sang embun pun pergi.

1991-1999
Puisi Epitaf Daun
Puisi: Epitaf Daun
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Galau Instagram

0 Response to "Puisi: Epitaf Daun (Karya Cecep Syamsul Hari)"

Posting Komentar

close