Gairah Kiamat (I)

Dalam tidur dan jagaku
dua milyar tetes air menggelepar di mataku
dan bau anyir dagingku dagingmu
lapar wewangian seteru

Dalam tidur dan jagaku
dua milyar butir pasir mencakar mataku
dan getir sukmaku sukmamu
nanar menyatu saling seteru

Dalam tidur dan jagaku
dua milyar sungai petir mengalir di mataku
dan mereka nyanyikan lagu maut itu
mautku mautmu

Dalam tidur dan jagaku
dua milyar matahari tergelincir di mataku
dan mereka kucurkan kiamat itu
kiamatku kiamatmu

Dalam gairah tak terperi itu
bagai selesai sudah dukaku dukamu
tapi aku tak tahu, tak tahu
bagaimana kiamat menyelesaikan kiamatnya itu!

Jakarta, 1983


Gairah Kiamat (II)

Dan kita pun berangkat:
dua miliyar semut maju berderap
dua miliyar jengkerik koor meratap
dua miliyar kelinci saling santap
dua miliyar merpati meragu hinggap
dua miliyar elang siap menyergap
dua miliyar ayam mengukur sayap
dua miliyar musang pasang perangkap
dua miliyar kancil mencari siasat
dua miliyar srigala meraung kalap
dua miliyar gajah bangun terkesiap
dua miliyar lompat bersilat
dua miliyar buaya menggelombang muslihat
dua miliyar hiu menyamudera pekat
dua miliyar nelayan terjerat pukat
dua miliyar ikan mengguli mayat
dua miliyar kucing mencakar amanat
dua miliyar anjing menjilat syahwat
dua miliyar tulang perang bersijingkat
dua miliyar tinja meracun lalat
dua miliyar lalat mendengung otomat
dua miliyar kekuatan membangun kiamat!

Inilah prestasi kita terhebat
di taman nuklir otomat
kebinatangan terhebat
meledak, meledakkan kiamat!

Jakarta, 1983
Revisi: Jakarta, 1994
Puisi Gairah Kiamat
Puisi: Gairah Kiamat
Karya: Hamid Jabbar

Baca Juga: Puisi Cinta Goenawan Muhamad

Post A Comment:

0 comments: