Puisi: Hujan Bulan November (Karya Cecep Syamsul Hari)

Hujan Bulan November

Hujan pun turun. Cuma hujan, luput pada kebisuan
tak terukur. Tak tergapai. Seekor burung gereja melesat
ke sebuah senja, entah di mana, dari sebuah jendela
terbuka dengan siluet cahaya. Tak banyak yang tersisa,
kini, di atas meja bekas makan malam itu, selain kecupan
kecupan singkat pada daun telingamu. Aku pun mencair
dari kenangan yang bertahun-tahun membeku,

berkata separuh sangsi. Cinta tak mungkin
dibangun di atas kegeraman-kegeraman, hujan renyai
dan masa silam tak kunjung usai. Betapa takjub
menyapa namamu dengan kemesraan masa muda. Ketika waktu
tak berujung, detak jam pun cuma mimpi. Dan dunia yang gaib
seolah sampai pada batas cahaya matamu. Hujan pun turun
pada senja bergegas itu. Cuma hujan. Sunyi menghanguskan

kebisuan. Cahaya matamu silam dalam ingatan.

1995
Puisi Hujan Bulan November
Puisi: Hujan Bulan November
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi untuk Sahabat Facebook

0 Response to "Puisi: Hujan Bulan November (Karya Cecep Syamsul Hari)"

Posting Komentar

close