Instrumen Kota Tengah Malam

aku dan kamu tersesat
membingkai serat jendela bis, dan gedung-gedung
bergerak dalam ingatan
melempar kita ke bukit-bukit sunyi di mana
rerindang dahan pepohonan masih bergerak tersentuh angin

ah, kota ini makin asing! menegaskan kemarau yang kerap
beranjak, menuju batas yang tak pernah punya alamat
di pangkal dirimu, orang-orang enggan menyapa
cuma curiga dingin yang buat tubuh meriang
tempias pada raut wajah
seperti ingin membunuh kita

berkali, aku diam menapaki kota yang terasa sinting ini
tak ada kabar yang berdenyar dari seorang kenalan
memberi getah rindu yang lain
segalanya terlipat dalam malam yang buram
seburam ingatanku pada masa kecil
jika pernah tumbuh dan beranjak dewasa di sini

Jakarta, 2/8/2004
Puisi Instrumen Kota Tengah Malam
Puisi: Instrumen Kota Tengah Malam
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Impian Indonesia Bebas Korupsi

Post A Comment:

0 comments: