Jalan-jalan Tanjungkarang

mengenali lagi nama-nama
sketsa yang tumbuh
cuma ada poster kain tapis
ingatan teriris
tanjungkarang dalam gerimis

mungkin di jalan satu arah
masih ada yang kausamakan
gedung pos, arstitektur masjid dan gereja
sebuah stasiun kereta terkurung gedung

tapi jalan ini selalu kembali pada tempat semula
sebagaimana juga cuaca
semacam lingkaran
dengan degup hujan yang kerap dirindukan

duh, ke mana perempuan paras ayu yang dulu
datang di mimpimu?
muli sikep yang menjeratmu dengan aroma cuka
dan getah ludah pada sungging senyumnya

jalan-jalan tanjungkarang
rindumu yang berkembang

2017
Puisi Jalan-jalan Tanjungkarang
Puisi: Jalan-jalan Tanjungkarang
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Indonesia Tanah Airku

Post A Comment:

0 comments: