Jalan Nádor

Sebuah kafe tanpa senyum
menyimpan secangkir kopi hitam
di atas meja tanpa tilam
pada siang musim semi yang ranum

denting cangkir dan batuk yang ditahan
suara pemantik api dan trem di jauhan
menggaung sepanjang jalan
menggema sepanjang ruang

Tidak ada wajah yang kupahat
di atas trotoar hitam
tidak ada nama yang kuingat
di bawah kursi taman

Semua pasangan berciuman
mengirimkan pesan-pesan singkat ke sorga
dari bawah tanah dan peron kereta:
bukankah hari Minggu diciptakan untuk cinta?

Tadi malam seorang wanita bermata biru
di sebuah kamar apartemen rahasia
di seberang gedung opera
menyanjung dan menghancurkan hatiku

Budapest, 2009
Puisi Jalan Nádor
Puisi: Jalan Nádor
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi untuk Guru SD

Post A Comment:

0 comments: